Pertemuan3_PBO

PERTEMUAN 3 
PEMROGRAMAN BERORIENTASI OBJEK

Di pertemuan sekarang kita membuat aplikasi dengan tema kesehatan menggunakan konsep OOP (Object Oriented Programming), untuk program saya temanya yaitu test diabetes.
sebelum membuat program test diabetes maka kita perlu tahu diagnosis apa saja yang digunakan oleh tim medis untuk digunakan pada sebuah program. di dalam pengobatan diabets ada metode-metode tes gula darah yang dapat dijalani oleh pasien, antara lain:
  • Tes gula darah sewaktu. Tes ini bertujuan untuk mengukur kadar glukosa darah pada jam tertentu secara acak. Tes ini tidak memerlukan pasien untuk berpuasa terlebih dahulu. Jika hasil tes gula darah sewaktu menunjukkan kadar gula 200 mg/dL atau lebih, pasien dapat didiagnosis menderita diabetes.
  • Tes gula darah puasa.  Tes ini bertujuan untuk mengukur kadar glukosa darah pada saat pasien berpuasa. Pasien akan diminta berpuasa terlebih dahulu selama 8 jam, kemudian menjalani pengambilan sampel darah untuk diukur kadar gula darahnya. Hasil tes gula darah puasa yang menunjukkan kadar gula darah kurang dari 100 mg/dL menunjukkan kadar gula darah normal. Hasil tes gula darah puasa di antara 100-125 mg/dL menunjukkan pasien menderita prediabetes. Sedangkan hasil tes gula darah puasa 126 mg/dL atau lebih menunjukkan pasien menderita diabetes.
  • Tes toleransi glukosa. Tes ini dilakukan dengan meminta pasien untuk berpuasa selama semalam terlebih dahulu. Pasien kemudian akan menjalani pengukuran tes gula darah puasa. Setelah tes tersebut dilakukan, pasien akan diminta meminum larutan gula khusus. Kemudian sampel gula darah akan diambil kembali setelah 2 jam minum larutan gula. Hasil tes toleransi glukosa di bawah 140 mg/dL menunjukkan kadar gula darah normal. Hasil tes tes toleransi glukosa dengan kadar gula antara 140-199 mg/dL menunjukkan kondisi prediabetes. Hasil tes toleransi glukosa dengan kadar gula 200 mg/dL atau lebih menunjukkan pasien menderita diabetes.
jika sudah tahu apa yang ingin digunakan sebagai object dan class maka mari kita buat program javanya.

berikut code script blueprint yang ada di 
  1. package diabetesapp;
  2. import javax.swing.JOptionPane;

  3. public class diabetes {

  4.     public int kdrGula;
  5.     public int test;

  6.     public void gulaDarah(int kdrGula) {
  7.         
  8.         test = Integer.parseInt(JOptionPane.showInputDialog(null,"Silahkan pilih test diagnosis diabetes \n "
  9.                 + "1.Tes gula darah sewaktu \n "
  10.                 + "2.Tes gula darah puasa \n "
  11.                 + "3.Tes toleransi glukosa"));
  12.         kdrGula = Integer.parseInt(JOptionPane.showInputDialog(null,"Masukkan kadar Gula Anda "));
  13.         switch (test) {
  14.             case 1:
  15.                 if (kdrGula >= 200) {
  16.                 JOptionPane.showMessageDialog(null, "Kadar gula anda : "+kdrGula+"mg/dL \n Anda menderita Diabetes");
  17.             }else {
  18.                 JOptionPane.showMessageDialog(null,"Anda tidak menderita diabetes\n Gula darah anda normal");
  19.                 }
  20.                 break;
  21.             case 2:
  22.                 if (kdrGula > 100 && kdrGula < 125) {
  23.                 JOptionPane.showMessageDialog(null, "Kadar gula anda : "+kdrGula+"mg/dL \nAnda menderita prediabetes!");
  24.                 JOptionPane.showMessageDialog(null, "Di anjurkan untuk mulai menjalani gaya hidup sehat!");
  25.             } else if (kdrGula >125 ) {
  26.                 JOptionPane.showMessageDialog(null,"Kadar gula anda : "+kdrGula+"mg/dL \nAnda Menderita Diabetes");
  27.                 JOptionPane.showMessageDialog(null,"Anda diharuskan untuk mengatur pola makan dengan memperbanyak \nkonsumsi buah, sayur, protein dari biji-bijian,serta makanan rendah kalori dan lemak. ");
  28.             } else if (kdrGula<100){
  29.                 JOptionPane.showMessageDialog(null,"Anda tidak menderita diabetes\n Gula darah anda normal");
  30.             }
  31.                 break;
  32.             case 3:
  33.                    if (kdrGula > 140 && kdrGula < 199) {
  34.                 JOptionPane.showMessageDialog(null, "Kadar gula anda : "+kdrGula+"mg/dL \nAnda menderita prediabetes!");
  35.                 JOptionPane.showMessageDialog(null, "Di anjurkan untuk mulai menjalani gaya hidup sehat!");
  36.             } else if (kdrGula >200 ) {
  37.                 JOptionPane.showMessageDialog(null,"Kadar gula anda : "+kdrGula+"mg/dL \nAnda Menderita Diabetes tipe 2");
  38.                 JOptionPane.showMessageDialog(null,"Anda diharuskan untuk mengatur pola makan dengan memperbanyak \nkonsumsi buah, sayur, protein dari biji-bijian,serta makanan rendah kalori dan lemak. ");
  39.             } else if (kdrGula<140){
  40.                 JOptionPane.showMessageDialog(null,"Anda tidak menderita diabetes\n Gula darah anda normal");
  41.                 break;
  42.             }
  43.         }
  44.     }
  45. }
di baris ke-2 kita meimport library JOptionPane ke dalam program kita.

di baris ke-4 merupakan class/object agar method tersebut dapat dipanggil.

di baris ke-6 dan 7 merupakan deklarasi variabel menggunakan syntax public agar bisa di pakai di file luar.

di baris ke-9 public void nameMethod() merupakan method untuk sebuah attribute gula darah dengan nilai yang ada di dalamnya yaitu kadar gula.

di baris ke-11 sampai 14 menampilkan input dialog untuk memasukan nilainya ke dalam variabel test. 

di baris ke-15 menampilkan input dialog untuk memasukan nilainya ke dalam variabel kdrGula. 

di baris ke-16 menggunakan switch case adalah pernyataan yang dirancangan khusus untuk menangani pengambilan keputusan yang melibatkan sejumlah atau banyak alternatif penyelesaian.
di baris ke-17 merupakan keputusan pilihan pertama.

case pertama menggunakan kasus studi yaitu :
  • Tes gula darah sewaktu. Tes ini bertujuan untuk mengukur kadar glukosa darah pada jam tertentu secara acak. Tes ini tidak memerlukan pasien untuk berpuasa terlebih dahulu. Jika hasil tes gula darah sewaktu menunjukkan kadar gula 200 mg/dL atau lebih, pasien dapat didiagnosis menderita diabetes.
di baris ke-18 menggunakan kondisi jika kdrGula >=200 maka jika akan proses selanjutnya di baris ke-19 menampilkan dialog anda menderita diabetes jika 
tidak maka di baris 21 akan menampilkan anda tidak menderita diabetes.....
di baris ke-23 memberhentikan proses dari pilihan keputusan pertama.

di baris ke-24 merupakan keputusan pilihan kedua.
case kedua menggunakan kasus studi yaitu :
  • Tes gula darah puasa.  Tes ini bertujuan untuk mengukur kadar glukosa darah pada saat pasien berpuasa. Pasien akan diminta berpuasa terlebih dahulu selama 8 jam, kemudian menjalani pengambilan sampel darah untuk diukur kadar gula darahnya. Hasil tes gula darah puasa yang menunjukkan kadar gula darah kurang dari 100 mg/dL menunjukkan kadar gula darah normal. Hasil tes gula darah puasa di antara 100-125 mg/dL menunjukkan pasien menderita prediabetes. Sedangkan hasil tes gula darah puasa 126 mg/dL atau lebih menunjukkan pasien menderita diabetes.
di baris ke-25 menggunakan kondisi  if (kdrGula > 100 && kdrGula < 125) kedua variable harus bernilai true jika salah satu false maka kondisi tidak akan di proses.

di baris ke-26 dan 27 menampilkan pesan dialog dari keterangan jika kdrGula >100 dan kdrGula <125 maka anda menderita prediabetes...

di baris ke-28 kondisi else if (kdrGula >125 ) jika kdrGula >125 maka akan diproses statement selanjutnya yaitu anda menderita diabetes...

di baris ke-31 kondisi else if (kdrGula<100) jika kdrGula<100 maka akan diproses statement selanjutnya yaitu anda tidak menderita diabetes..

di baris ke-34 memberhentikan proses dari pilihan keputusan kedua.

di baris ke-35 merupakan keputusan pilihan ketiga.
case ketiga menggunakan kasus studi yaitu :
  • Tes toleransi glukosa. Tes ini dilakukan dengan meminta pasien untuk berpuasa selama semalam terlebih dahulu. Pasien kemudian akan menjalani pengukuran tes gula darah puasa. Setelah tes tersebut dilakukan, pasien akan diminta meminum larutan gula khusus. Kemudian sampel gula darah akan diambil kembali setelah 2 jam minum larutan gula. Hasil tes toleransi glukosa di bawah 140 mg/dL menunjukkan kadar gula darah normal. Hasil tes tes toleransi glukosa dengan kadar gula antara 140-199 mg/dL menunjukkan kondisi prediabetes. Hasil tes toleransi glukosa dengan kadar gula 200 mg/dL atau lebih menunjukkan pasien menderita diabetes.
di baris ke-36 menggunakan kondisi  if (kdrGula > 140 && kdrGula < 199) kedua variable harus bernilai true jika salah satu false maka kondisi tidak akan di proses.

di baris ke-37 dan 38 menampilkan pesan dialog dari keterangan jika kdrGula >140 dan kdrGula <199 maka anda menderita prediabetes...

di baris ke-39 kondisi else if (kdrGula >200 ) jika kdrGula >200 maka akan diproses statement selanjutnya yaitu anda menderita diabetes...

di baris ke-42 kondisi else if (kdrGula<140) jika kdrGula<140 maka akan diproses statement selanjutnya yaitu anda tidak menderita diabetes..

di baris ke-44 memberhentikan proses dari pilihan keputusan kedua.

Berikut code implementasi dari code blueprint yang ada di atas :

  1. package diabetesapp;
  2. import javax.swing.JOptionPane;
  3. public class diabetes1 {
  4.     public static void main(String[] args) {
  5.     String bulan;
  6.     int kdrGula = 0;
  7.     diabetes diabetes1 = new diabetes();

  8.     diabetes1.gulaDarah(kdrGula);

  9.     }
  10. }
Baris ke-2 kita meimport library JOptionPane ke dalam program kita.

Di baris ke-5 deklarasi variabel string.

Baris ke-6 medeklarasi dan inisialisasi variabel kdrGula = 0, kenapa di insialiasi dengan value 0? karena di blueprint sudah ada  inputan kdrGula jadi untuk memakai variabel kdrGula harus di inisialisasi juga di implementasinya agar bisa menggunakan diabetes1.gulaDarah(kdrGula).

Baris ke-7 Kata kunci new berfungsi untuk membuat objek baru dari class blueprint yang sudah dibuat dan untuk memanggil class diabetes().

Di baris ke-9 menggunakan method yang ada di dalam blueprint yaitu method gulaDarah yang sudah statement dan kondisinya di dalam method yang ada di blueprint gulaDarah(kdrGula) method gulaDarah menggunakan value yang ada dari kdrGula.


Gambar 1.1 Metode test-test gula darah


Sesudah membuat code di atas mari kita lihat hasilnya, untuk menjalankan program jalankan program yang implementasinya yaitu program diabetes1.

Output :

Gambar 1.2 pilih pilihan nomor 1
Jika pilih 1 maka kita akan memilih metode tes gula darah sewaktu yang mana Tes ini bertujuan untuk mengukur kadar glukosa darah pada jam tertentu secara acak. Tes ini tidak memerlukan pasien untuk berpuasa terlebih dahulu. Jika hasil tes gula darah sewaktu menunjukkan kadar gula 200 mg/dL atau lebih, pasien dapat didiagnosis menderita diabetes.

Gambar 1.3 Masukkan kadar gula

Gambar 1.4 Maka akan muncul keterangannya.

Gambar 1.5 jika kadar gula di atas 200

Gambar 1.6 maka akan muncul anda menderita diabetes
Ouput memilih pilihan nomor 2 :
Gambar 2.1 pilih pilihan nomor 2.

Gambar 2.2 memasukan kadar gula
Hasil tes gula darah puasa di antara 100-125 mg/dL menunjukkan pasien menderita prediabetes. 
Gambar 2.3 keterengan menderita prediabetes

Gambar 2.4 pengobatan prediabetes
   Sedangkan hasil tes gula darah puasa 126 mg/dL atau lebih menunjukkan pasien menderita diabetes.
Gambar 2.5 Memasukkan kadar gula

Gambar 2.6 Keterangan menderita diabetes

Gambar 2.7 pengobatan diabetes

Hasil tes gula darah puasa yang menunjukkan kadar gula darah kurang dari 100 mg/dL menunjukkan kadar gula darah normal.
Gambar 2.8 Memasukkan kadar gula 

Gambar 2.9 Keterangan gula darah normal
Output pilihan nomor 3 :


Gambar 3.1 pilih pilihan nomor 3.
Hasil tes tes toleransi glukosa dengan kadar gula antara 140-199 mg/dL menunjukkan kondisi prediabetes. 
Gambar 3.2 memasukan kadar gula

Gambar 3.3 Keterangan menderita prediabetes.

Gambar 3.4 Solusi prediabetes
Hasil tes toleransi glukosa dengan kadar gula 200 mg/dL atau lebih menunjukkan pasien menderita diabetes tipe 2.

Gambar 3.5 memasukan kadar gula.

Gambar 3.6 Keterangan Menderita diabetes tipe 2.

Gambar 3.7 Pengobatan diabetes tipe 2.
 Hasil tes toleransi glukosa di bawah 140 mg/dL menunjukkan kadar gula darah normal. 
Gambar 3.8 memasukan kadar gula

Gambar 3.9 Keterangan gula darah normal




Komentar